Kamu seperti “HUJAN”…

Februari 16, 2012

Puisi By: Queen Soraya

16 Februari 2012

 

Kamu Seperti “HUJAN”…

 

 

Seperti hujan deras yang membasahi bumi saat musim kemarau, dalam sekejap airnya menyapu debu yang menutupi daratan.

 

Seperti itulah kamu bagi wanita itu…

 

Sambil terpejam, ia mendongakkan kepalanya keatas dan menengadahkan tangannya, menyambut titik2 air hujan saat menyentuh kulitnya…

Menyatu

Sejuk

 

Damai

 

Namun, di antara kesejukan air hujan yang baru saja menyapu raga, wanita itu sadar, bahwa bersama hujan, juga datang kilat, guntur menggelegar, dan badai…

 

Tuhan, rasanya ia tidak sanggup berdiri di sana lebih lama lagi…

 

Sambil menangis, lalu ia pun memutuskan untuk pergi…

 

Meski dalam hatinya sadar, bahwa “Kamu” adalah “Hujan Terindah” baginya…


eBook Gratis!!!: “Nerbitin Novel Itu Prosesnya Gimana, Sih? Cari Tahu, Yukkk!!! ♥”

Februari 4, 2012

Menambah pengetahuan kita tentang perjalanan naskah yang dikirim ke suatu penerbit sampai akhirnya mejeng di toko buku.

Jenis eBook: Informasi Kepenulisan
Rp. 0,- alias GRATISSS!!!
Ingin mendapatkan eBook ini???
Silahkan Klik link di bawah :)
eBook _Proses terbitnya suatu novel_


Daftar Isi♥
Proses Terbitnya Suatu Novel♥

Ngirim Naskah Tuh Ada Syaratnya. Ga Sesusah Mendaki Puncak Himalaya, Tapi Juga Ga Seasal Bikin Perkedel.
Perhatian, telah datang SURAT SAKTI Berefek Misterius: Terharu, Senang, Pengin Teriaaak: Surat Pemberitahuan Bahwa Nasakah Kita Akan Diterbitkan!
Proses Pengeditan; Komunikasi antar Penulis dan Editor
Pembuatan Cover
Datangnya Surat Perjanjian Kontrak Penerbitan yang sungguh mendebarkan!
Naik Cetaaaakkk alias Novel Kita Bersemayam Di Toko Buku, hahasyiiikkk!!!

Tentang Penulis:

Queen Soraya

Queen Soraya, seorang penulis teenlit. Kenal teenlit udah cukup telat, di usia 23 tahun (saat itu, d Blok M Plaza, ia baru membaca novel teenlit untuk pertama kalinya yang ia beli di Toko Buku Gunung Agung. Hahaaa kasian, deh).

Di detik itu juga ia memutuskan untuk menulis novel pertamanya. Awalnya dia tidak tahu menahu alias buta soal dunia kepenulisan dan penerbitan. Sampai akhirnya ia belajar, membaca banyak literature, dan akhirnya menyadari bahwa proses dalam menerbitkan sebuah novel nggak se-njelimet kelihatannya. It’s so simple, Guys! Asli, nggak ribet. Dan dia bersedia berbagi di sini.

Novel pertamanya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, teenlit berjudul Uglyphobia, disusul Be My Sweet Darling. Novelnya yang lain pernah diterbitkan oleh GagasMedia berjudul Komik Hati; Habis Benci Bilang Cinta (dengan memakai nama aslinya dan menyandang nama ayah tercintanya: Delfi A. Halim). Dan sederet judul cerpen serta dongengnya yang sarat pesan serta menghibur telah diterbitkan di edisi-edisi Majalan Bobo. Seperti : Si Baik Hati yang Tak Putus Asa, Penyihir Camelia, Jasa Pak Bon-Bon, Boneka-Boneka Hidup, Biang Rusuh, dan lain-lainnya.

Hubungi Gw Di ♥
Contact Information:
Web:

http://queensoraya.wordpress.com

email:
qarnet_qq@yahoo.com

Mobile
:
0877 98466641
0857 64689967
Bank Account jika ada yg ingin membeli eBook2 terbitan Queen Soraya yang berbayar:
BRI

5650-01-008572-53-4
a/n DELFI AVSHARI
BNI

0204685506
a/n DELFI AVSHARI


eBook 1 : Novel “Pejantan Gila Mencari Cinta”

Februari 4, 2012

Pejantan Gila Mencari Cinta

Jenis eBook: NOVEL
Harga: Rp.35.000,-

Hi, gw Queen Soraya. “Pejantan Gila Mencari Cinta” sebenarnya adalah buku ke-2 gw yang pernah diterbitkan GagasMedia yang mereka beri judul “Komik Hati”. Kebetulan, oleh penerbit yang bersangkutan, naskah ini dicetak tidak terlalu banyak, jadinya hanya segelintir pembaca aja yang sudah menikmati novel “ajaib” ini.

So, berhubung masa kontrak penerbitan buku telah habis, maka gw memutuskan untuk mengemasnya menjadi eBook. Biar orang-orang bisa menikmati TAWA DAN CINTA dalam novel yang menceritakan kisah cinta dari anggota2 Geng Kwartet Nggak Waras ini makin banyak lagi, lagi, dan lagi!
Semoga terhibur…

Salam hangat

Queen Soraya

Ucapan terima kasih:
♥Terimakasih buat Allah SWT, kedua ortu, dan keluarga
♥Makasih buat Astrid, sosok nyata yang sudah menginspirasi naskah ini. Lo emang bener2 sosok ajaib tergokil di kampus!
♥Makasih buat sahabat2, teman seperjuanga
♥Makasih buat pembaca2 novel Queen Soraya yang udah gw anggep kayak sodara. Makasih atas email2 berisi semangat, komen2 kalian di Blog, pesan2 d FB, maaf gak semuanya bisa dibales. Makasih sudah setia membaca karya-karya gw. Makasih atas dukungan kalian semuanya… Pelukan hangat buat kalian!!!
♥Makasih buat pembaca novel Queen Soraya yang baru. Salam kenal, semoga isi cerita yang gw tulis “pas” buat kalian.
♥Makasih buat kamu yang sudah membeli eBook pertama Queen Soraya ini!!!

secuil email2:
From:
“astrinur@yahoo.co.id” <astrinur@yahoo.co.id
To: qarnet_qq@yahoo.com <qarnet_qq@yahoo.com>

hai kenalin w astri w kmrn baru beli novelnya and w suka banget ma ceritany.
w suka tp w msh bingung ma ending crt lo ne!!!sbnrnya bkn bingung tp penasaran???w penasaran ma akhr crt lo.pa mrk bkl jdan lg?pa mrk bkl bkan?truz gman ma geng kwartet g’ waras?pa s7 dgn hub astrid n ardi?eh y phoenix 2 bnr2 da g’?tlng y jwb smax?

From:
“Citra Anderson” <andersoncitra@yahoo.co.id>
To: qarnet_qq@yahoo.com <qarnet_qq@yahoo.com>
mba`…ak maw tanya..
np pas di komik hati misteri junek muntah2 ga dijeLasin???

From:
“Upeg Upeg” <upeg.upeg@yahoo.com>
To: qarnet_qq@yahoo.com <qarnet_qq@yahoo.com>
lanjutan novel lo yang komik hati tuh judulnya apa y?  suer penasaran!!! tolong di reply y!!!

From:
“Samuel Sam” <samuel_marcaris@yahoo.com>
To: qarnet_qq@yahoo.com <qarnet_qq@yahoo.com>
gila, gokil, n keren abiezzzzz……aplaus buat novel karya buatan loe, mampu ngebuat gw ketawa cenngar-cengir sendirian, kayak orang gila. kira2 masih ada lanjutannya kah ? kalau ada gw tunggu lho. samuel, KUPANG,NTT

Gimana caranya mendapatkan eBook ini?
Silahkan SMS ke
0877-98466641
Ketik
Nama (KOMA) tempat tinggal (KOMA) alamat email (KOMA) pesan eBook Pejantan Gila Mencari Cinta
Kemudian, Queen Soraya akan membalas SMS untuk langkah selanjutnya

Contoh:
Queen Soraya, Depok, qarnet_qq@yahoo.com, Pesan eBook Pejantan Gila Mencari Cinta


Lagu NEMBAK Be My Sweet Darling

November 19, 2011

Assalamualaikum…
Hai hai semuaaaa… setelah hibernasi selama beberapa bulan di dunia Blog, akhirnya Queen Soraya keluar jg dari dalam goa heheee

By The Way… Selama hibernasi, Queen Soraya nggak sembarang ber-hibernasi loh… soalnya dia sedang berjuang mengutak-utik file lagu NEMBAK alias Be My Swet Darling biar pembaca2 novel tercinta bisa tonton video buatannya di You-Tube…

Lagu ini Queen Soraya dedikasikan buat pembaca2 yg udah respek sama karya2 Queen Soraya yang masih segelintir, hehe… mudah2han saia bs menelurkan karya2 terbaru lagi. doakan sajah yaahhhh, amiiiinnnhhh!!!

Jadiiiii…. ga perlu kirim e-mail lagi kalo mau nonton videonya, tinggal klik aja file di atasss…
SELAMAT MENDENGARKAANNN,
TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA KARYA2 QUEEN SORAYAAA!!!!
ARIGATOOO!!!


GasBinKam, SDS, dan Rumah Bu Lurah

November 26, 2010

Selamat siang, di mana pun anda berada…

Ehehm… dh lama jg gw ga nulis postingan, yaw? sbenernya dh beberp kali gw coba nulis postingan in my blog tp hasil postingan gw cm bs tersimpan di draft n ga gw tampilin d blog ini. selain cerita2nya jg ga pnting (krena cm brisi kedodolan gw) jdnya br kali ini gw menerbitkan postingan gw lg di my blog (n brisi kedodolan gw jg) hiks…

Betewe, kayaknya crita gw kali ini ga pnting juga X ya (hehe…) tp lumayanlah buat nyape2in mata yg ngebacanya…
Judulnnya jg agak berbau2 kesehatan n trkesan agak serius (matak tih???) padahal isinya cm meracuni otak pembaca aja…
Jadi gini ceritanya…

Sejak diluncurkannya program terbaru Bupati yg bertajuk SDS  (sehat Datangi yg Sakit) maka terhitung sejak awal Oktober ini, ditunjuklah 22 orang perawat untuk menjadi petugas GasBinKam (Petugas Binaan Kampung) di 22 desa yang ada di Kecamatan tempat gw tinggal. Dan satu dari 22 orang perawat yg cantik2 n keren2 itu (Ohok! ohok!*batuk sampe bengek*) adalah GW TENTUNYA!

Nah, atas berbagai pertimbangan, ternyata sosialisasi program tersebut agak telat n baru nyampe ke petugas2 GasBinKam (yg keren2 itu, uhui…) yg bersangkutan baru bulan November ini. Jadinya, perkenalan kita ke masyarakat setempat juga agak2 telat gitu.

Untuk gw pribadi, sebenernya sosialisai ke masyarakat udah mulai terealisasi pada pelaksaan Posyandu bulan November,sekitar awal bulan kemarin. TAPI… pengenalan diri ke Bu Lurah (kebetulan lurah di desa tmpt gw bertugas berjenis kelamin perempuan) baru dimulai setelah Rapat Resmi GasBinKam d Puskesmas induk kecamatan hari selasa kemarin.

Habis rapat, setelah kita diberi penjelasan sejauh mana wewenang kita sebagai petuga GasBinKam di wilayah kerja masing2, maka gw mengatur strategi (ceile) untuk melakukan manuver2 dan mengeluarkan jurus2 pendekatan pada aparat desa. Dan Sasaran utama gw adalah… JRENG JRENG…*back sound nya ga pnting* BU LURAH!
Maka, gw segera menuliskan satu kalimat di dalam Buku Aktivitas Gw yaitu: Berkunjung ke rumah Bu Lurah dalam rangka mengenalkan diri sebagai petugas GasBinKam!!!

Tapi… gw ternyata memiliki kendala
1. Gw ga tau Bu Lurahnya siapa
2. Gw jg ga tau di mana rumahnya
ckckck… DASAR WARGA MURTAD!!!

Berhubung gw malu nanya (karena gw takut dikatain ga gaul, coz gw orang desa itu tapi ga kenal sm lurahnya, kan gak oke banget!) maka di sore yang cerah itu gw sok-sok aja ngiterin kampung naek motor sambil celingak-celinguk, memantau keadaan kampung yang aman tenteram sambil berharap di sapa seseorang yang menyapa gw dengan kalimat “Hui, Del! Gw mau ke rumah Bu Lurah! Ikut, yukkkk!!!”

Tapi karena hal di atas ga mungkin banget terjadi, setelah gw puas jalan-jalan, ngiterin kampung, gw pun ngelipir ke rumahnya salah satu aparat desa (yg kebetulan gw kenal) untuk menanyakan keberadaan rumah Bu Lurah.
Beginilah tragedi yang membuat gw sesak napas itu.
Gw: Assalamualaikum..
Bang Aparat Desa (BAD): Waalaikumsalam…
Gw: *Berdiri di depan pintu*
BAD: Masuk… masuk…
Gw: Ga usah, BAng. Cm bentar kok, saya cm mo nanyain, rumah Bu Lurah kita d mana, ya?
BAD: HAH? Masak kamu gak tau?
Gw: Hehe… iya, Bang… abis Bu Lurahnya kan, baru. jadi saya belum tau namanya siapa n rumahnya di mana *Ngeles*
BAD: Lho, Bu Lurah kita kan ngontrak di rumahnya Pak***
GW: *langsung pingsan karena rumah Pak*** jaraknya cm 2 rumah dari rumah gw*

HWAAAA… Ampun, deh! JADI SELAMA INI GW GAK NGEH KLO BU LURAH ITU TETANGGA GW SENDIRI??? ckckck…
BENAR-BENAR WARGA MURTADDD!!!


“Mahluk itu” Mitos atau Emang Nyata? Hm… Terserah Anda!!!

Mei 13, 2010

Di Kampung Nenek gw yang nun jauh di sana dan nyaris lenyap dari dalam peta, adalah sebuah kampung yang jarang banget gw datengin. Seumur hidup gw, mungkin baru 5 x gw pernah berkunjung ke sana. Itu pun klo keluarga besar gw mo ziarah baru gw mo ikut. Kalo tujuannya cuma jalan-jalan doang, gw pasti males. Soalnya, tempat itu dikelilingi dengan rawa2…

Ada cerita mistis di tempat yang bernama “Tanjung Batu OKI” itu. Yaitu cerita tentang mahluk yang bernama… (sumpah, gw agak merinding nih mo nulisnya” si… si… SILUMAN HARIMAU

Konon, mahluk itu suka menampakkan diri dan menghujamkan cakarnya bagi siapa aja yang menyebutkan namanya dengan keras. Wah… gw makin merinding nih, lebih baik gw gak jadi aja deh nyeritain tentang mahluk itu. Tapi gw asalnya mo nyeritain tentang satu mahluk mistis lagi yang katanya merupakan “peliharaann kakek-kakek buyut gw dulu.

Perlu gw jelasin. Mahluk itu merupakan mahluk nggak jelas. Baik bentuk tubuhnya mau poun jenis kelaminnya. Tapi yw gw denger, dia merupakan setengah manusia setengah mahluk halus berkulit gelap dengan kepala bentuknya menyerupai dandang segi empat panjang keatas. Dan yang ekstrim, bibinya bukan belah ke samping, tapi belah ke atas.

Sejak kakek buyut gw meninggal, katanya mahluk itu jadi nggak punya tuan. JAdinya dia sering berpindah-pindah tempat ke rumah siapa aja yang masih menjadi keturunan kakek buyut gw di mana pun berada dengan tujuan mencari “Tuan/Majikan”nya yang baru.

Gw gak ngerti apa untungnya memelihara mahluk itu buat kakek buyut gw dulu. Tapi yang jelas, Menurut cerita sodara2 gw yg pernah didatengin mahluk itu, mahluk yang sampe sekarang gw gak kepingin tahu namanya itu jahil banget. Suka nyembunyiin barang-barang di seantero rumah. Barang apa aja, pokoknya.

Pernah, Tante gw yang di Palembang (katanya pernah didatengin) dan yang mahluk itu sembunyiin adalah JEMURAN KERUPUK. Yaoloooh… jemuran kerupuk gitu loh! Apa seninya?

Ceritanya, waktu itu Tante gw abis ngirisin kelasan (adonan empek-empek masak yang kalo diiris-iris akan menjadi kerupuk kemplang) yang jumlahnya banyaaak… banget. Abis kelasan diirisin dan disusun di atas beberapa tampah, tante gw ngejemur tampah-tampah berisi kemplang  itu di belakang rumahnya.

Awalnya Tante gw gak ngalamin firasat buruk. Dia masuk ke dalam rumah mengerjakan aktivitasnya seperti biasa. Tapi pas waktu udah sore, pas dia balik lagi untuk mebngangkat jemuran kerupuknya, tiba-tiba… benda-benda itu lenya! lenyaaaap!

(bersambung)


AKU DAN ALKISAH KELAHIRAN SEEKOR ANAK KAMBING…

April 21, 2010

Aku dan Alkisah Kelahiran Seekor Anak Kambing

Bagi gw, kelahiran mahluk hidup di muka bumi ini merupakan sesuatu yg luar biasa. Makanya, gw sangat2 exited kalo yg namanya ngeliat proses melahirkan. Apalagi, sebagai perempuan, suatu hari nanti gw juga bakalan mengalami proses itu. Wuih… meski katanya melahirkan itu sakiiitttt, tapi sebagai wanita, gw sangat mengimpikan, suatu hari nanti pengin melahirkan anak dari suami gw kelak, secara normal…

Melahirkan adalah proses yg nggak semua mahluk hidup mengalaminya. Apalagi mahluk berkelamin laki-laki. Yup. Jadi, menjadi perempuan bisa dibilang adalah hal yang sangat membanggakan buat gw.

Bangga menjadi perempuan, gw rasa nggak terbatas dialami oleh manusia aja. Gw pikir, binatang pun pantes ngedapetin predikat itu. Binatang berjenis kelamin perempuan yang telah menjadi seekor ibu. Nggak terkecuali, SEEKOR KAMBING…

Yup. Seekor kambing…

Sore itu, waktu gw n nyokap ada keperluan ke rumah kakak cewek gw si sebuah tempat yang konon bernama Simpang 4, ponakan gw yang cowok, 1,5 tahun, nangis-nangis. Soalnya pas dia bangun tidur, Umi (ibu) nya nggak ada di rumah karena suatu keperluan. Berhubung gw tante yang baik, jadinya ponakan gw itu gw ambil dan gw ajakin nonton pilem robot (pilem kesukaannya). Inilah keajaiban ponakan gw. Mau nangis sekenceng apa pun, bakalan berhenti kalo nonton pilem robot (maksudnya filem jenis sentai, berjudul “Ryukendo”, tapi karena ponakan gw gak ngerti, jadi segala jenis sentai dia bilang robot).

Huah. Masalahnya, gw udah sangat2 bosen nonton pilem ini. Saking seringnya diputer, gw jadi apal sama pemain-pemainnya, dialognya, bahkan alur ceritanya dari awal sampe tamat. Wah, gw bahkan berpikir, kalo ujian kuliah gw membahas mata pelajaran tentang pilem itu, bisa dipastikan nilai gw bakalan dapet A+++++. Tapi dari pada gw mati bosen, jadi gw langsung memutar otak gimana caranya ponakan gw nggak rewel tanpa harus menonton pilem yang nyaris membuat gw sinting itu.

Tapi apa, ya? Ngajakin dia jajan, gw lagi bokek.

Pikir punya pikir, gw apal betul kalo ponakan gw itu rada-rada mirip sama tantenya (baca:gw). Gw kan hobi banget ngeliat binatang. Dan kebetulan, untungnya nggak jauh dari situ ada tetangga yang melihara kambing. Jadi gw ajakinlah ponakan gw ke sana untuk ngeliat kambing. Dan seperti yang gw duga, ponakan gw langsung mau. Yes.

Beberapa saat kemudian, sampailah gw sama ponakan gw ke tempat yang dituju. Kandang kambing yang uhui… lumayanlah bauknya.

Kandang kambing itu berada di dekat hamparan tanah yang luas, agak bersebelahan dengan rumah pemiliknya. Seorang nenek yang berbadan kurus, kecil, tapi kelihatannya bertenaga kuat. Benar-benar nenek yang terlihat tangguh. Kulit tuh nenek berwarna hitam karena sering terbakar sinar matahari. Giginya udah pada ompong. Dia make kain dan kebaya bahan lusuh, di kepalanya ditutupin kerudung kecil yang terpasang sekadarnya. Dari kejauhan, tuh nenek senyum ngeliatin kita sambil kepalanya manggut-manggut pas kita barusan dateng.

Kandang kambing itu lumayan besar. Disekat-sekat menjadi 3 bagian dan dihuni 2 ekor kambing tiap sekatnya. Jadi jumlah keseluruhan kambing itu ada 6 ekor.

Begitu dateng, ponakan gw langsung sibuk ngambilin daun pisang yang bertebaran di seputar kandang kambing untuk di masukin ke tempat makanan hewan-hewan itu. Sesekali ponakan gw nyodorin daun pisang ke mulut kambing yang langsung dilahap.

Gw ngeliatin kelakuan ponakan gw sambil teriak-teriak ngasih semangat buat ponakan gw yang makin semangat juga ngasih makan buat tuh kambing-kambing. Gw ambilin daun yang lain lagi, ngasihin ke ponakan gw, dan ponakan gw ngasih makan lagi ke kambing. Begitu berulang-ulang. Nggak cuma daun pisang, pokoknya daun-daunan yang ada di seputar tempat itu gw ambilin dan kasihin sama ponakan gw buat disodorin ke kambing-kambing dalam kandang itu.

Semuanya berjalan lancar. Nggak ada hal yang mengkahwatirkan sampai saat itu terjadi…

Drum roll please… (haha back sound gak nyambung gitu loh)

Entah kenapa, beberapa saat kemudian, salah satu kambing yang berada di sekat paling pinggir mengeluarkan suara aneh. Nggak cuma sekali dua kali loh, tapi sering kali dan lama-lama makin keeencang banget.

Kira-kira bunyinya begini, “EMBEEEEEEEKKKKK” (dengan nada naik turun, nanjak dikit, muter-muter dan bergulung-gulung kayak kipas angin)

Dan kalo gw perhatiin, tuh kambing kenci…ng terus. Ada air yang mengucur deras dari dalam kandang berasal dari alat kelaminnya, meluncur ke bawah, dan jatuh ke tanah.

Ngeliat hal itu, gw jadi heran sendiri.

Gw masih belum tau apa yang terjadi sama tuh kambing. Apakah dia dalam rangka latihan untuk memecahkan rekor dunia kambing kencing sebanyak-banyaknya? Hew hew, gw jg kagak tau. Karena bingung. Gw tengok kiri, tengok kanan. Pas gw tengok kanan, gw langsung ngejerit karena kaget, si nenek pemilik kambing ternyata udah ada di sebelah gw.

Si nenek mukanya juga jadi aneh. Dia langsung ngedeketin kandang dan memerhatikan kambing itu. Entah karena alasan apa, si nenek pemilik kambing langsung teriak kalo kambingnya masuk angin, padahal tadi nggak kenapa-napa.

Masuk angin? Pikir gw keheranan. Wew… gw langsung jadi nggak enak gitu. Kenapa ya, kambingnya mendadak masuk angin? Apakah karena saking semangatnya gw sama ponakan gw ngasih makan, salah satu daun yang kami sodorkan ternyata mengandung racun mematikan? Wah, gw jadi cemas nih. Kalo emang bener gitu, dan secara perlahan-lahan kambing itu mati, gw bisa kena tuntut karena tanpa sengaja telah melenyapkan nyawanya.

Gila. Bisa-bisa gw dijebloskan dalam penjara.

Yang nggak gw duga, tiba-tiba si nenek berteriak minta tolong kayak orang kesurupan. Dia menjerit-jerit gitu, manggilin semua anggota keluarga dan tetangga-tetangganya. Nggak menunggu lama, keluarkah dua orang bapak-bapak yang diikuti beberapa orang lainnya. Ngeliat jumlah orang yang banyak itu, gw langsung menarik ponakan gw, ngelipir bersiap-siap pergi. Jaga-jaga aja. Kalo kambingnya tiba-tiba mati, dan gw dijadikan tersangka, maka gw bisa kabur lebih cepat.

Tapi niat itu gw urungkan ketika salah satu bapak-bapak yang sepertinya memiliki tingkat pengalaman cukup tinggi mengenai ilmu perkambingan berkata, “Ini bukan masuk angin. Tapi kambingnya mau melahirkan!”

Mendengar itu, wajah si nenek yang nampak cemas langsung tersenyum bahagia.

Rasa takut gw juga langsung ilang. Dan gw yang bersiap-siap pergi langsung berputar haluan, balik lagi kearah kandang kambing itu untuk menyaksikan proses kelahiran bayi kambing tersebut lebih dekat.

Hwaaah… sambil menggendong ponakan gw, gw ngomong sendiri, berdecak kagum sekagum kagumnya, waktu kepala bayi kambing itu keluar di sela selangkangan ibunya. Lalu badan, dan seluruh tubuh si bayi kambing itu hadir di dunia. Waaaaw… hebaaat… si ibu kambing yang tadinya teriak-teriak nggak jelas (kalo gw asumsikan serupa manusia, mungkin waktu itu dia lagi ngeden dan nahan sakit x ya) langsung diem. Yang tadinya rebahan terus langsung berdiri dan ngejilatin badan anaknya. Dan anak kambing mungil dipenuhi lendir itu mengeluarkan suara halus (mungkin serupa sama oeeekkk… oeeek… anak bayi manusia yg baru lahir) Hwaaaah… TUHAN MAHA KUASA… aku berterima kasih yaAllah, karena Kau memberikanku kesempatan untuk menyaksikan pemandangan ini…

Menit berikutnya, gw masih nungguin satu ekor anak kambing yang akan dilahirkan lagi. Tapi ternyata anak yang dilahirkan si kambing cuma satu ekor. Padahal kata bokap gw, biasanya kambing itu kalo melahirkan, minimal bakal ngeberanakin anak 2 ekor. Hm… tapi berapa pun jumlahnya, gw bener-bener menyimpan kekaguman yang amat sangat sama ibu kambing itu.

Hiah… melihat kejadian hari itu bener-bener amazing, pokoknya. Weh, ibu kambing yang bener-bener hebat… gw bangga menjadi salah satu saksi saat kau melahirkan anakmu ke dunia…

Dan kejadian kali ini, akan gw jadikan inspirasi saat gw melahirkan suatu hari nanti… LHO?

NB:

Ternyata, setelah gw pergi, ibu kambing itu melahirkan 2 ekor anak lagi. (Katanya sih, kalo kambing ngelahirinnya ditungguin manusia, dia bakalan malu. Jadi dia menahan hasrat melahirkannya sampai gw pergi. Wew, gimana kalo pas waktu itu gw nggak pergi-pergi, ya?) Jadi anak kambing itu totalnya tiga. Dan waktu gw kembali ke tempat itu sebulan kemudian, gw melihat ke-3 ekor anak kambing yang lucu-lucu itu tengah berlarian kian-kemari.

Hem hem… kalo gw colong satu ketauan gak ya?… (celingak-celinguk dengan tampang mencurigakan)


Tips and Trik Mencari Penerbit yg Cocok Buat Naskah Kita

Maret 18, 2010

Salah satu penentu lolos atau tidaknya naskah di meja redaksi adalah MENCARI PENERBIT YANG COCOK BUAT NASKAH KITA.
See, ini kadang diabaikan oleh para penulis pemula karena mereka belum sadar bahwa kejelian menentukan suatu penerbit adalah langkah awal menembus dunia penerbitan.

Salah satu guru yang udah gw  anggap kayak bapak sendiri, sosok yg sangat gw kagumi dan gw hormati, Pak Fred, seorang penulis skenario senior luar biasa yang juga merupakan  senior editor di RCTI, pernah berkata pada gw, “Tiap Production House alias PH punya karakteristik tersendiri. Kalau kamu jeli memerhatikan, maka kamu akan bisa melihat secara nyata perbedaan antara FTV garapan Sinemart, Multivition Plus, MD Entertainment, dan PH2 lainnya.”

Nah, hal ini tidak hanya berlaku buat PH2 skala nasional, namun juga SANGAT-SANGAT berlaku buat DUNIA PENERBITAN.

Banyak sekali kasus yang terjadi dan ini juga pernah gw alami sendiri. Pada awal pembuatannya, gw pernah mengirimkan naskah Uglyphobia ke penerbit GagasMedia dan ditolak. Alih-alih membakar naskah itu, gw malah menawarkannya ke Penerbit Gramedia. Hasilnya? Naskah itu malah diterbitkan. Dengan kata lain, saat naskah gw ditolak oleh Penerbit GagasMedia, bukan berarti naskah gw BENAR-BENAR TIDAK LAYAK TERBIT. Tetapi, yang terjadi adalah, karena NASKAH GW TIDAK SESUAI DENGAN TIPE/KARAKTERISTIK NASKAH2 YANG DITERBITKAN OLEH GAGASMEDIA, NAMUN LEBIH SESUAI DENGAN TIPE/KARAKTERISTIK NASKAH2 YANG DITERBITKAN OLEH PENERBIT GRAMEDIA.

Masalah “Karakteristik” ini, juga tidak hanya terjadi secara silang antar penerbit. Perbedaan tipe naskah2 yang ada juga terjadi dalam satu penerbit melalui perbedaan gendre.

Contoh globalnya dapat kita lihat pada Penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan jenis2 novelnya yang ter-Group menjadi beberapa jenis, dilihat dari sisi umur pembaca atau isi naskah novel itu sendiri.

Antara lain:
a. FamLit (family Literature), buku novel untuk anak-anak
b. TeenLit (Tenager Literature) Novel remaja usia 13-20 tahun
c. ChicLit (chic Literature) Novel2 wanita dewasa usia 25-3oan
d.  MetroPop Novel2 yang isinya tentang gaya hidup komunitas urban yang berbau metropolis.
e. Lain-lain

Secara global antar penerbit2 besar di Indonesia, kita bisa melihat perbedaannya adalah dari:  Jenis2 novel terbitan Gramedia Pustaka Utama itu renyah dan manis2 (gw gak tau enaknya dibilang apa. Tapi di mata gw pribadi, terkesan seperti itu). Sedangkan GagasMedia, gaya penceritaan novel2 terbitan mereka terkesan blak-blakan, terbuka, apa adanya, dan terkadang “liar”. Lain lagi dengan  Penerbit Mizan, seperti yang kita ketahui bersama, dalam setiap naskah2nya akan tercium bau ke-Islamian.

Nah, untuk menentukan penerbit mana yang akan kita kirimkan naskah, menurut gw ada 2 cara. Biar lebih gampang di inget, gw sebut aja BEFORE and AFTER

A. BEFORE
Yaitu menentukan penerbit dahulu, baru menulis naskah  yang akan ditujukan untuk penerbit tersebut.
Secara gamblangnya, setelah kita pilih penerbit mana yang akan kita kirimkan naskah, (misalkan kita pilih penerbit Gramedia) maka naskah yang akan kita tulis sebaiknya disesuaikan dengan naskah2 penerbit Gramedia yang sudah pernah diterbitkan. Caranya dengan mempelajari karakteristik atau ciri khas apa sih yang terkandung dalam naskah2 itu? Hingga  naskah yang kita buat tidak melenceng dari sisi pemilihan tema dan gaya penulisan penerbit yang bersangkutan.

B. AFTER
Menulis naskah dahulu, baru menentukan penerbit kemudian.
Setelah kita selesai menulis naskah, kita perlu membacanya sekali lagi dan meyakinkan diri kita, bahwa tema dan gaya penulisan naskah yang kita tulis ini lebih mendekati karakteristik penerbit yang mana? Apakah penerbit A, B, ato C? Jika kita sudah yakin, barulah kita kirim ke penerbit tersebut.

Yup. Hal di atas adalah hal yang sangat simpel, sebetulnya. Tapi kalau kalian memiliki kejelian akan tips dan trik di atas, bisa jadi akan meningkatkan persentase kemungkinan diterimanya naskah yang kalian buat.

Oke, selamat mencoba!!!

Salam
QUEEN SORAYA


Kirim naskah ke Penerbit? Gampang, kok! Bagian 1

November 16, 2009

Huehuehewww… judul postingan di atas, biasanya lugas diucapin sama pnulis2 yg karyanya udah terbit. Nah, buat yg pemulaaaa bgt, biasanya suka bingung. Gimana sih? syaratnya apa aja sih? N ntar, kelanjutan naskah kita setelah di meja redaksi itu gmana? at list, pertanyaan2 di atas sempat jg berputar2 di kepala gw (dulunya).

Nah, buat lo smwa, yg punya rasa keingintahuan yg sama, sbenernya kirim naskah ke redaksi itu gak sesulit mendaki puncak himalaya.
Cuma 4 hal yg lo perlukan dan lo punya, yaitu:
1. PRINT OUT NASKAH YG SUDAH JADI
2. IDENTITAS. Nama jelas, alamat lengkap + no. telp
3. Duit buat ngirimin naskah (hehe…)
4. Sabar

A. PRINT OUT NASKAH
Dalam hal ini, naskah yg akan dikirimkan bukan naskah setengah jadi. Tapi naskah yg udah selese, dari awal sampe tamat. Jadi, ibarat kata naskah kalian terdiri dari 15 Bab, maka kirimkan smua. Jangan cuma 5 atau 6 bab aja, apa lagi klo cm ngasih 1 bab. Ingat, kirimkan naskah kalian smua. Utuh, dan lengkap dari awal sampe tamat. Dan sudah dijilid rapi.

Secara teknis, naskah diketik rapi pake font Times New Roman, 1,5 spasi, ukuran font 12. Idealnya, untuk naskah novel minimal 100 halaman A4. Maksimal bisa sampe 200-an ato tergantung jenis novel. Klo sastra, kayaknya ada tuh yg nyampe 500-an (keriting-keriting deh, tuh tangan)

Ada yg pernah tanya. gimana klo naskah dikirim lewat imel? Ato… selain print out, apakah diwajibkan menyertakan soft copi naskah berupa CD?
Wah… untuk yg satu ini, saranku jangan. Selain naskah dengan mudah gampang dibajak, biasanya penerbit agak males baca naskah dari penulis dengan cara duduk berlama-lama melototin komputer. Untuk soft copi, lebih baik dikirimkan menyusul (bisa lewat imel) klo naskah kalian udah bener2 positif keterima. Ntar penerbit yg bersangkutan jg bakalan minta kirimin soft copi-nya, kok!

2. IDENTITAS. Nama jelas, alamat lengkap + no. telp
Ini sangat penting. Nama, alamat, dan nomor telepon yg jelas, byar (klo naskah kalian lolos) klian bs dengan mudah dihubungi oleh penerbit. Soalnya ada lho, penulis yg naskahnya lolos, tapi krena gak bs dihubungin balik, akhirnya naskahnya gak jadi diterbitin. Sayang banget, kan?

Identitas bisa diketik pada satu lembar kertas A4. INGAT. jangan sok-sok, nyantumin nomor rekening dulu, ya? Hehe… blum tentu kan, naskah kita diterima. N kalo akhirnya naskah kita diterima, nanti juga kita bakalan dikonfirmasi n skalian dimintai nomor rekening, lah…

3. Duit buat ngirimin naskah (hehe…)
Yang ini teu lah, ya…

Naskah bisa dikirim lewat pos, ato dikirim langsung. Buat yg ada di daerah (kayak gw) gak papa kirim lewat Tiki, Jne, or pos. Di mana pun kalian tinggal, asal udah nyampe di meja redaksi, n kalo karya kalian layak terbit, pasti naskah kalian akan diproses juga kok.

4. Sabar
Menunggu jawaban dari redaksi itu harus extra sabar. Tiap penerbit, punya waktu bervariasi untuk memberi jawaban. idealnya sih, 3 bulan. Klo pengalaman naskah Komik Hati gw (Gagasmedia), hanya cuma perlu waktu 2 minggu untuk mengetahui klo naskah gw lolos. Amazing bgt, deh. Tp ada jg, saking banyaknya naskah yg masuk ke meja redaksi, penerbit butuh waktu sampe setahun untuk memberi kabar klo naskah yg kita kirimkan lolos ato tidak.

Saran gw sih, klo dalam waktu 3 bulan naskah kita blum ada kabar, baru kita boleh telepon redaksi yg bersangkutan untuk menanyakan nasib naskah kita. Itu pun dengan nada yg sopan, ya?… dan klo masih blum ada jawaban juga, ya… harus sabar lagi… n jangan lupa, tanyain ke redaksi, kapan kita bisa konfirmasi lagi mengenai nasib naskah kita.

Bersambung…


Aku vs Kunci Keparat

Oktober 25, 2009

Hal yg menggembirakan saat pulang ke rumah adalah bertemu sm kedua ortu. salim, sungkem, n cipika-cipiki sama my wonder women mother yg sangat-sangat gw sayangi.

Tapi… berhubung hari ini bokap n nyokap gw lagi gak ada di rumah, pas gw nyampe rumah, terpaksa gw manyuuun sendiri. Gw BT. Dan hasil dari ke-BT-an gw adalah… kedodolan yag mengerikan.

Kenapa bisa begitu?

Smuanya berawal dari SMS Bokap gw dia kirim pas gw masih di dalem bis. Isinya, sblum gw pulang k rumah, gw disuruh mampir k rumah bibi gw dulu buat ngambil kunci, karena rumah gw kosong.
Maka, gw sbagai anak berbakti (dari pd ndak bisa masup rumah, sayah) akhirnya minta kunci rumah sm bibi gw. Seinget gw, kunci rumah gw itu cuma ada 2 doang. kunci depan dan kunci samping. Tapi pas bibi gw ngasih kunci, gw agak-agak kaget bin heran gitu. ternyata kuncinya ada serenteng, gonjrang-gonjreng, terdiri dari 5 biji kunci yg mana 2 di antaranya berukuran sedang, dan 3 di antaranya berukuran gede dan panjang2 (jangan mikir macem-macem, ya?)

Jadi, gw bawak pulanglah 5 ekor kunci rumah gw itu.

NAh… pas gw nyampe rumah, gw buka pintu depan dengan lancar. Pas gw mo ke ruang tengah, gw buka pintu ruang tengah dengan lancar juga. Tapi pas gw mo masuk ke dalam kamar gw, gw lupa kalo bokap punya kebiasaan ngunci kamar gw dari dalem (sengaja krena tiap gw pergi, bokap takut ponakan2 gw yg mintya ampyun bibeh liarnya itu ngacak2 kamar gw), maka, buat masup ke dalam kamar gw itu harus lewat kamar adek gw dulu (ada pintu penghubung antara kmar gw dan kamar adek gw). Ternyataaa kamar adek gw yg udah 3 tahun gak berpenghuni itu, dikunci bokap gw JUGA! Jadinya gw gak bisa dengan mudah masup kamar gw!
Yaoloh… gw udah mulai BT nih. Yup. yup. Gw tau. Bokap punya alasan tersendiri knapa smua pintu rumah dikunci (untung aja WC gak ikutan di kunci). Mungkin bokap takut, para penjahat2 di luar sana, mo ngerampok rumah gw. Soalnya, konon, d rumah gw itu ada harta karun peninggalan dinasti Kaisar Sih Huang Thi yg sangat berharga. Berupa replika kolor-nya kaisar sadis nan amat kejam itu, yg sejak situs Terakota ditemukan, benda berharga itu telah lenyaaaaap! Itulah mengapa China mengekspor susu mengandung melamine. Karena pemerintah China diam-diam ingin membunuh masyarakat indonesia pelan-pelan dengan cara menghancurkan ginjalnya, akibat dendam yg selama ini terpendaaaammmmm!!!

Oke, oke, gw makin ngaco.
Soalnya gw sebel banget, sih. Kenapa gw sebel? ITU KARENA NGEBUKA PINTU KAMAR ADEK GW ITU SUSAAAAAHHHHHHH!!!!!
Asli. Susah banget.
Pertama, pas masupin kuncinya aja susahnya minta ampun. PAs udah masup, muternya juga susahnya minta ampun! Gw paksa-paksa, nggak bisa-bisa, juga. Gw pikir mungkin gw salah kunci. Karena emang 3 kunci pintu kamar gw itu mirip-mirip. Tapi pas gw udah ganti kunci, masih aja nggak berhasil ngebuka kamar adek gw.

Dengan pnuh dendam, salah satu dari 3 kunci yg malang itu, gw masupin dengan paksa, dan gw puter dengan paksa jg. TApi masih nggak bisa. Hm… gw pikir, mungkin tenaga yg gw kluarin masih setingkat sama tenaga cangcorang lagi ngupil. MAkanya gw tingkatin tenaga gw jadi setara dengan kekuatan 1 ekor kuda. 10, 100, bahkan ke 1000 ekor kuda. Masih jg gak berhasil.

Naaaah…. pas gw tingkatin tenaga gw menjadi 10.000 ekor gajah afrika, terdengarlah bunyi… “KLAK!”
YES! gw bersorak senang! Akhirnya gw berhasil membuka tuh pintu sialan. TApi dugaan gw salah besar. KArena, jangankan pintu sialan itu kebuka. YANG ADA KUNCINYA MALAH PATAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHH JADI DUAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!

Benar-benar kunci KEPARAAAAAAATTTTT!!!
Wuasem! Dodol! KAmpret! Busyet! CAngcorang kukus! CAngcorang Goreng! Tikus budukaaaan!!!!

Heuh! Gw menghempaskan badan gw ke atas sofa dengan kesal. Gimana nggak. MAkin nggak bisa masup lah gw ke dalem kamar gw. Tapi dari pada gw resapin betenya, gw memutuskan untuk mandi aja deh.

Abis mandi, gw masup ke dalem kamar kakak cewek gw, yg untungnya di lemarinya ada beberapa potong baju gw. JAdinya, tanpa masup ke dalem kamar gw, gw masih bisa salin baju.

Masalah pintu, gw nggak mikirin lagi. PAlingan bsok pintu itu dibobol bokap, kalo dia udah pulang. Barang kali, bokap mikir. Gile ya, nih anak bungsu ceweknya yang cantik (ehem) ternyate tenaganya kuat juga, ya? keren jg nih. eh, tapi jangan deeng. Ntar kalo bokap tau kekuatan tersembunyi gw, tiba-tiba gw disuruh ngebetulin genteng.

Abis mandi dan pake baju, krena di rumah sepi, gw pun memutuskan untuk pergi dari rumah aja. Tapi pas gw mengunci pintu luar dan memandangi ke-4 kunci yg masih utuh, dan 1 kunci yg sudah patah itu… tiba-tiba… gw merasa ada keanehan. Dan begitu gw menyadari keanehan itu, gw langsung melotot nggak percaya!
TERNYATAAAA…. YANG PATAH ITU BUKANNYA KUNCI KAMAR ADEK GW, MELAINKAN KUNCI KAMAR BOKAP GWAAAAAAAAAAA
GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPANTESAN AJA TADI PAS DIPUTER-PUTER KAGAK MAU! TERNYATA GW SALAH MASUPIN KUNCI! ABIS MIRIP!!!
HWAAAA… Gimana inih? Apa yg bisa gw jelasin sama bokap, kalo kunci kamarnya udah dengan sukses gw patahin?!!! MAMPUS GWAAAA!!!
Udah terlanjur patah lagi. GIle beneeer! Berarti, yg bakalan dibobol bukannya pintu kamar adek gw dooong, tapi pintu kamar bokap gw nih! HAhahahaaaaa… mampuuuuusssssssssss………
Ampun ya, BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! HAHAHAHAHAHAAAAAAAAA!!!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.